Lanjut ke konten
Kampus Tersaik
IlhamAbadiBlog
MENUCari
Ketahan Nasional Rusia
ON 24 JUNI 2016 BY ILHAMABADIBLOG
Dasar Kebijakan Sebagai pewaris kekuatan Uni Soviet, sampai saat ini Rusia merasa penting untuk menjadi pemimpin dalam Persemakmuran Negara-Negara bekas Uni Soviet yaitu CIS (Commonwealth of Independent State), Rusia selalu menekankan penguasaan (kontrol pengaruh) terhadap bekas wilayah Uni Soviet,baik yang di kawasan Eropa timur maupun Asia tengah. Wilayah EropaAsia (Eurasia) merupakan orientasi geografis (geopolitik) terpenting bagi Rusia. Rusia ingin mendapatkan kembali status great power dan menjadi oposisi dari unilateralisme Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di NATO. Great power akan tercapai apabila Rusia menjalankan politik luar negeri yang waspada terhadap persaingan geopolitik dan mampu mempertahankan wilayah Eurasia. Banyak fakta menunjukkan bahwa keamanan suatu negara bergantung pada efektivitas kebijakan pertahanan negara serta prinsip keamanan yang dianutnya. Pentingnya kebijakan ini adalah untuk menjamin kemerdekaan, kedaulatan, integritas teritorial, kesejahteraan, stabilitas politik, ekonomi, sosial kultur, dan kepentingan militer. Tiap negara memiliki kepentingan nasionalnya masing-masing. Penggunaan kekuatan militer khususnya ditentukan atas pandangan sejauh mana tingkat yang mengancam kepentingan nasional tersebut. 34 Kepentingan nasional ini yang kemudian menjadi dasar dalam pembuatan kebijakan strategi kemananan National Security Strategic (NSC). Strategi keamanan Rusia menjelaskan bahwa Federasi Rusia menggunakan elemen-elemen negara yaitu militer, diplomasi, ekonomi, perjanjian internasional, dan alat lain dalam mencapai kepentingan nasionalnya. Strategi keamanan membantu dalam mencegah ancaman dari luar. Strategi keamanan ini kemudian di tuangkan dalam sebuah dokumen dan yang paling penting yaitu doktrin militer. Kebijakan militer diwujudkan dalam kebijakan pertahanan yang didasarkan pada doktrin militer. Doktrin militer Rusia dapat dibagi menjadi tiga kategori yang menyangkut kebijakan terhadap kekuatan militer dalam level internal Rusia yang meliputi angkatan darat, laut dan udara dan kebijakan militer eksternal yang menyangkut perlakuan terhadap aliansi contohnya NATO. Doktrin militer Rusia berkonsentrasi pada perang dan pencegahannya, kekuatan bersenjata, persiapan negara dan angkatan bersenjata bila adanya agresi dan cara-cara untuk menjaga kedaulatan dan integritas wilayah teritorial. Doktrin tersebut berisi dua pokok panduan yaitu pertama menyangkut kebutuhan akan personel angkatan bersenjata dan peralatan militer, yang kedua tentang penanganan perang/angkatan bersenjata. Doktrin militer Rusia berisi tentang kekuatan militer dan pasukannya. Perkembangan Doktrin Rusia dimulai pada Tahun 1990-an. Setelah Pecahnya Uni Soviet, militer Rusia dilihat dalam pembentukan Oganisasi Commonwealth of Independent State (CIS), sebuah organisasi yang berisi dari negara-negara bekas Uni Soviet yang tentunya berada di bawah pengaruh Rusia. CIS merupakan kombinasi angkatan bersenjata dari masing-masing negara-negara 35 anggotanya. Walapun Rusia memiliki peran yang sangat besar, namun organisasi ini tetap memiliki armada persenjataannya sendiri, terpisah dari angkatan bersenjata milik Rusia. Hal ini yang kemudian membuat Rusia merasa perlu untuk merumuskan sebuah doktrin militer yang di sahkan pada tahun 1992.36 Doktrin inilah yang menjadi awal dari kebijakan Keamanan Rusia, yang berbeda dari kebijakan pertahanan dan keamanan Masa Uni Soviet. Pada 1990-an, perkembangan kebijakan militer berisi tentang peran Rusia dalam penyelesaina konflik dan keterlibatannya dalam kerjasama militer dengan CIS ( jaminan untuk warga Rusia di negara CIS lainnya.) jika dibutuhkan dengan penggunanan kekuatan nuklir, penyebaran angkatan darat dan pasukan lain di luar wilayah Rusia, dan persepsi ancaman anti barat. Secara spesifik, perkembangan doktrin tahun 1990 disertai dengan makin memburuknya hubungan dengan barat yang digambarkan dengan adanya interfensi barat atas urusan dalam negeri Rusia, terkait dengan adanya blok-blok militer dan aliansi, usaha untuk menghalangi kepentingan Rusia dalam pemecahan masalah keamanan internasional, serta skeptis tentang adanya musuh yang mengelilinginya. NATO dianggap sebagai musuh yang berasal dari luar. Sepanjang tahun 1990 Militer Rusia menyadari bahwa kemampuan angkatan bersenjata haruslah ditingkatkan sebab Rusia dihadapkan pada konflik bersenjata domestik maupun regional. Pada Doktrin Militer dan Konsep Keamanan Nasional yang akan diperbaharui tahun 2010, dijabarkan bahwa Rusia akan menggunakan kekuatan 36 Deputy of Commonwealth of Independent States (CIS). May 2007. http://cns.miis.edu/inventory/pdfs/cis.pdf. diakses pada tanggal 17 Maret 2012 pukul 10.43 WITA 36 nuklir strategisnya terhadap negara-negara yang menjadi ancaman bagi Rusia. Doktrin militer yang berlaku saat ini menekankan peranan militer Rusia dalam memastikan pertahanan negara dan, jika diperlukan, mempersiapkan dan melancarkan perang, meski ditekankan bahwa doktrin tersebut bertujuan defensif. Dalam doktrin tersebut disebutkan bahwa senjata nuklir juga dapat dipergunakan dalam konflik lokal jika dianggap ada ancaman kritis terhadap keamanan nasional.37 Pada tahun 2000, Putin memulai kebijakannya dengan menandatangani dokumen keamananan baru yang kemudian di publikasikan sebagai National Security Concept (NSC) pada januari 2000.38 Ketika Vladimir Putin mengambil alih sebagai presiden Rusia tahun 2000, ia menghadapi kondisi militer yang vakum yang. Kapal tidak berlayar, pesawat tidak terbang, dan persenjataan tidak dalam keadaan siap pakai. Putin kemudian mengambil tugas utamanya dalam menstabilkan militer rusia. Kebijakan modernisasi militer dalam hal pertahanan dimulai sejak masa pemerintahan presiden Vladimir Putin yaitu berbentuk Doktrin pertahanan Rusia tahun 2000-hingga yang terbaru pada tahun 2010. Doktrin Militer tahun 2000 tersebut berisi tentang dasar kebijakan pertahanan Rusia dan penggunaan senjata nuklir dalam menanggapi penggunaan senjata nuklir atau WMD (Weapon Missile Defense)/ senjata pemusnah massal atas kondisi kritis mengenai situasi keamanan nasional Rusia. 37 Suara Media. Doktrin militer Rusia siap jungkir balikkan NATO. http://www.suaramedia.com/berita-dunia/eropa/11993-doktrin-militer-rusia-siap-jungkirbalikkan-serbuan-nato.html#. Akses tangal 23 februari 2012 pukul 09.35 38 Arms Contol Association. 2000. Russia’s National Strategy. Concepthttp://www.armscontrol.org/act/2000_01-02/docjf00. Diakses pada tanggal 17 Maret 2012 pukul 10.52 WITA 37 Doktrin militer membentuk dasar dan bagian-bagian dari kebijakan kemananan nasional dan sebagai sebuah refleksi dari peristiwa masa lalu dan dapat mencerminkan peristiwa yang akan datang melalui analisa yang baik tentang perkembangan esensi dari doktrin militer tersebut. Bab ini akan berkonsentrasi pada doktrin militer yang dikeluarkan pada masa pemerintahan Presiden Vladimir dan Dmitry medvedev sejak tahun 2000. Lebih lanjut doktrin ini berisi tentang elemen-elemen yang dimaksimalkan oleh Rusia dalam dalam penggunaan militer untuk melawan ancaman terhadap negaranya. Adapun peta doktrin militer Rusia dikeluarkan sebanyak 4 kali antara tahun 2000-2010. Doktrin-doktrin ini berupa dasar dikeluarkannya kebijakan pertahanan Rusia dan upaya Rusia dalam mengatasi ancaman keamanan terhadap negaranya. Rusia memiliki doktrin keamanan yang pertama kali dikeluarkan tahun 2000. Doktrin tersebut mengandung penekanan tentang pembalasan nuklir dalam kasus serangan nuklir. Pada April tahun 2000, Rusia mencantumkan bahwa ancaman keamanan Rusia berbentuk : Intervensi dalam urusan internal Federasi Rusia, Adanya upaya untuk mengabaikan kepentingan Rusia dalam menyelesaikan masalah keamanan internasional, perluasan blok-blok militer dan aliansi, penempatan tentara asing (tanpa sanksi DK PBB) untuk wilayah yang berbatasan dengan Rusia, dan mempersiapkan pasukan bersenjata Rusia yang dapat digunakan di wilayah strategis di luar wilayah Rusia. 39 Pada tahun 2003, Doktrin militer Rusia menyebutkan bahwa ancaman berasal dari: ekspansi NATO dan negara-negara yang memiliki keinginan untuk 39 Main External Security Entries in Military Doctrine Documents (2000-2010). 38 bergabung dengan NATO, adanya proliferasi senjata pemusnah massal (mass destructive weapon). Upaya Rusia untuk memastikan keamanannya juga dituangkan dalam bentuk pemeliharaan kekuatan strategis terhadap agresi terhadap Rusia dan sekutunya serta pasukan Rusia dapat melakukan operasi bersenjata di daerah vital yang berhubungan dengan kepentingan nasional Rusia.40 Selanjutnya, doktrin yang dikeluarkan pada tahun 2004 mencantumkan bahwa ancaman berupa: perluasan blok militer (NATO), penempatan pasukan militer asing dalam wilayah kepentingan Rusia, upaya mengurangi peran Rusia dalam politik dan keamanan internasional, perluasan NATO ke timur, pengembangan WMD (Weapon Missile Defence/senjata pemusnah massal). Doktrin ini juga berisi tentang keinginan Rusia dalam menyaingi kepemimpinan global Amerik Serikat dan upaya untuk mendapatkan kedudukan untuk menyebarkan pengaruhnya (Sphere of Influence), keinginan untuk menjadi kekuatan besar untuk menjadi superioritas dalam bidang militer serta reorganisasi struktur militer Rusia. 41 Presiden Medvedev menyetujui doktrin militer baru pada tanggal 5 Februari 2010. Doktrin ini memiliki kekuatan hukum sebagai kebijakan negara dan secara prinsip menentukan keputusan dasar terutama dalam bidang militer. Doktrin 2010 melanjutkan strategi keamanan nasional 2009 yang menyebutkan NATO sebagai “bahaya” karena ekspansi terhadap negara yang berbatasan dengan Rusia. Bahaya lain mencakup pengembangan pertahanan rudal strategis dan 40 ibid 41 ibid 39 presisi konvensional serangan senjata, termasuk rudal jelajah. Doktrin Rusia digunakan untuk melindungi kepentingan Rusia dan menjaga keamanan internasional. Doktrin militer menggambarkan bahaya ancaman utama eksternal Rusia beras
Tidak ada komentar:
Posting Komentar