Rabu, 15 November 2017

Doktrin militer menggambarkan bahaya ancaman utama eksternal Rusia berasal dari potensi kekuatan NATO sebagai fungsi global sehingga Rusia perlu menempatkan infrastruktur militer yang berdekatan dengan batas wilayah Rusia. Dalam doktrin ini, pengembangan WMD yang dilakukan oleh Amerika Serikat juga masih menjadi dasar dikeluarkannya kebijakan pertahanan Rusia. Oleh karena itu, Rusia mencantumkan upaya untuk memperkuat pasukan asing yang ditempatkan di wilayah yang berdekatan dengan Rusia dan aliansinya serta Rusia bersiap untuk konflik bersenjata di wilayah teritorinya maupun negara yang berdekatan dengan wilayah Rusia serta aliansinya. Selain itu, Rusia memprioritaskan pada kerjasama militer dengan CIS, CSTO, dan SCO. Terdapat pula pernyataan bahwa Serangan atas salah satu anggota aliansi merupakan serangan atas seluruh anggota. Untuk memastikan keamanan negaranya, Rusia juga menjamin adanya interdependensi teknologi terhadap produksi kekuatan militer.42 Selanjutnya, juga terdapat lima prinsip dasar dari Doktrin Pertahanan Rusia dideklarasikan oleh Presiden Medvedev adalah sebagai berikut43: – Pertama, Rusia mengakui keunggulan prinsip-prinsip dasar hukum internasional, yang mendefinisikan hubungan antara bangsa-bangsa beradab. Kami akan membangun hubungan kita dengan negara-negara lain dalam kerangka prinsip-prinsip dan konsep hukum internasional. 42 ibid 43 Dr. Subhash Kapila, Op.Cit 40 – Kedua, dunia harus multipolar. Sebuah tiang (kekuatan) tunggal tidak dapat diterima. Dominasi adalah sesuatu yang kita tidak bisa membiarkan. Kita tidak bisa menerima tatanan dunia di mana satu negara membuat semua keputusan, negara bahkan sebagai negara berpengaruh seperti Amerika Serikat. Hal seperti ini membuat dunia tidak stabil dan terancam konflik. – Ketiga, Rusia tidak ingin konfrontasi dengan negara manapun. Rusia tidak berniat mengisolasi dirinya sendiri. Kami akan mengembangkan hubungan persahabatan dengan Eropa, Amerika Serikat dan negaranegara lain sebanyak mungkin. – Keempat, melindungi kehidupan dan martabat warga negara kita, di mana pun mereka mungkin berada merupakan prioritas yang utama untuk negara kita. Keputusan kebijakan luar negeri kita akan didasarkan pada kebutuhan ini. Kami juga akan melindungi kepentingan komunitas bisnis kami di luar negeri. Ini harus jelas bagi semua bahwa kami akan menanggapi setiap tindakan agresif yang dilakukan terhadap kita – Kelima, seperti halnya dengan negara lain, ada wilayah-wilayah di mana Rusia telah memiliki “kepentingan istimewa”. Ini merupakan daerah asal negara-negara yang kita memiliki hubungan sejarah khusus dan terikat bersama sebagai teman dan tetangga yang baik. Kami akan memberi perhatian khusus untuk pekerjaan kami di wilayah ini dan 41 membangun hubungan bersahabat dengan negara-negara ini, tetangga dekat kami. 2. Tujuan Kebijakan Doktrin militer Rusia (tahun 2000) tampaknya menjadi upaya Rusia serius untuk mendefinisikan kembali tatanan internasional yang ada yang telah dikeluarkan oleh Rusia yang menjadi pengambilan keputusan strategis sejak 1991. Melalui Doktrin Militer, Rusia tampaknya berniat kembali mengklaim statusnya sebagai negara adidaya dan penyeimbang kepentingan di wilayah dalam sistem mandala Eropa. Dari isi Doktrin Pertahanan diatas, dapat dilihat bahwa Rusia menginginkan adanya pembagian pengaruh yang tidak didominasi oleh kekuatan unipolar (Amerika Serikat dan sekutunya) dan berupaya mengimbangi dengan membentuk sistem dunia multipolar. Tujuan kebijakan pertahanan Rusia direfleksikan dalam doktrin militer untuk mencapai kepentingan nasional. Hal ini mencakup upaya masuk dalam komunitas global. Contohnya yaitu dengan menjalin kerjasama keamanan dengan negara anggota CIS dengan membentuk CSTO (Collective Security Treaty Organization) dan SCO (Shanghai Corporation Organization) dan memastikan keamanan militer kolektif. Rusia dengan kebijakan militernya berusaha mendapatkan pengaruh atas negara-negara anggota CIS. 42 Dalam Orenburg pada tanggal 26 September 2008, Presiden Rusia Dmitry Medvedev bertemu dengan komandan distrik militer, dalam pertemuan itu, tercapai 5 visi dalan upaya mereformasi peralatan konvensional44 yaitu: 1. Meningkatkan organisasi dan struktur kekuatan dengan mengubah semua semua divisi dan brigade untuk brigade kesiapan permanen, menghapuskan prinsip mobilisasi massa dan meninggalkan sistem berbasis divisi. 2. Meningkatkan efisiensi dan kontrol keseluruhan komando 3. Meningkatkan sistem pelatihan personil, termasuk pendidikan militer dan ilmu militer. 4. Melengkapi angkatan bersenjata dengan sistem senjata terbaru dan aset intelijen, terutama teknologi tinggi, dalam rangka untuk “mencapai superioritas angkatan udara, memberikan serangan presisi pada angkatan darat dan target maritim, dan memastikan penyebaran kekuatan operasional.” 5. Meningkatkan status sosial personel militer, termasuk membayar dan tunjangan, perumahan, dan kondisi kehidupan sehari-hari serta analisis yang cermat tentang struktur asing, termasuk NATO. 44 Roger N. McDermott. November 2011. Russia’s Conventional Armed Forces; Reform and Nuclear Posture To 2020. Russian Nuclear Weapons Past, Present and Future. United States: SSI. Page 34 43 Berikut beberapa organisasi militer yang melibatkan Rusia dan negaranegara tetangganya. Tabel 1 : Organisasi di Wilayah Teritori bekas Uni Soviet Nama Organisasi Tahun Dibentuk Negara anggota Bidang Orientasi CIS (Commonwealth of Independet State) 8 Desember 1991 11 negara (setelah Ukraina dan Georgia mengundurkan diri)dan 1 negara pengamat (mongolia) Politikekonomimiliter Integrasi, pro-Rusia Organisasi Pakta Pertahanan Kolektif (Organizatsiya dogovora o kolektivnoy bezopasnosti-ODKB) 23 September 2003 Armenia, Belorusia, Kazakhstan, Kirgiszia, Rusia, Tadjikistan, Uzbekistan Militer (organ militer CIS) Pro- Rusia Shanghai Cooperation Organisation (Shanghayskoe WOC) 15 Juni 2001 Cina, Rusia, Tadjikistan, Kirgiszia, Uzbekistan, Kazakhstan, kecuali Uzbekistan, kelima negara diatas tergabung dalam Shanghai-five Militer Pro-Rusia EURAZEC 10 oktober 2000 Belorusia, Kazakhstan, Kirgiszia, Rusia, Tadjikistan, dan Uzbekistan. Negara pengamat: Moldavia, Ukraina, dan Armenia Ekonomi Pro-Rusia GUAAM (Georgia, Ukraina, Uzbekistan, Armenia, Moldavia 1997 Georgia, Ukraina, Uzbekistan, Azerbaijan, Moldavia, Azerbaijan keluar tahun 1999, sehingga namanya menjadi GUAM Ekonomi Politik Pro-Barat Ruang Ekonomi Tunggal (Yedinoe ekonomicheskoye prostranstvo-EEP) 19 sep 2003 Rusia, Belorusia, Ukraina, Kazakhstan, Sejak naiknya Viktor Yushenko menjadi Presiden, Ukraina membatasi keikutsertaan dalam organisasi ini. Ekonomi Pro-Rusia Proyek Uni Eurasia Dalam proses pembentukan Belorusia, Kazakhstan, Kirgiszia, Rusia dan Tadjikistan Politik, Ekonomi, militer, humaniora, budaya Pro-Rusia Persemakmuran Pilihan Demokratis Desember 2005 Ukraina, Moldavia, Latvia, Lithuania, Estonia, Polandia, Slovenia, Macedonia, Rumania, dan Georgia Anti- Rusia Pemerintahan Uni-RusiaBelorusia 26 januari 2000 Rusia-Belorusia Politik, hukum, ekonomi, sosial, humaniora,dll ReintegrasiPro Rusia (Sumber: S.G. Luzyanin (2007), K.S. Gadjiev (2001,2007) (Glasnost Vol 4 No 2 Oktober 2008- Maret 2009 hal 21-22) 44 3. Profil Kekuatan Militer Rusia Rusia yang mewarisi persenjataan terbesar Uni Soviet tentu masih memiliki peralatan militer yang unggul dalam hal kuantitas dan kualitas. Pada masa Perang Dingin, Uni Soviet telah mengembangkan persenjataan nuklir dalam memperkuat eksistensi dan menangkal ancaman serangan dari negara yang juga mengembangkan persenjataan nuklirnya. Uni Soviet membangun dan membina kekuatan pertahanan strategis yangpada masa itu termasuk yang terkuat di dunia. Ini termasuk kekuatan pertahanan aktif seperti pesawat pencegat, rudal udara dan permukaan (surface-to-air missiles,SAM), Anti Ballistic Missiles (ABM), serta pertahanan pasif seperti sistem pengawas dan peringatan dini, pertahanan sipil dan lainnya. Ketika dikombinasikan dengan konsep strategi pertahanan Soviet, ini menjadi nilai penting khususnya dalam membentuk sistem pertahanan nasional Rusia secara keseluruhan.45 Persenjataan misil berfungsi untuk menghancurkan kekuatan target lawan. Misil-misil yang dimiliki Rusia ini memiliki varian sesuai wahana peluncur yang digunakan, yaitu Intercontinental Ballistic Missiles (ICBM), Air-Launched Cruise Missiles (ALCM) dan Submarine Launched Ballistic Missiles (SLBM). Misil-misil ini difungsikan sebagai penghancur sistem komando, komunikasi dan kendali infrastruktur. Semua komponen kekuatan Angkatan Bersenjata ditugaskan dalam situasi dan kondisi yang bermacam-macam, dikarena wilayah Rusia yang 45“Rusia ubah doktrin Perang nuklir”. http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/09/03351982/rusia.ubahdoktrinperangnuklir. Diakses tanggal 22 Maret 2012. 45 cukup luas. Pesawat,Tank, Kapal dan Kapal selam menjadi kekuatan strategis yang mendukung mobilitas ICBM, ALCM dan SLBM. 46 “De-eskalasi aksi militer” adalah istilah Rusia untuk menggunakan kekuatan nuklir dalam perang lokal atau regional. Ini melibatkan menggunakan kekuatan nuklir strategis dan taktis operasional-senjata nuklir dalam medan operasi militer. Operasional senjata nuklir taktis termasuk penerbangan depan, angkatan laut penerbangan, pertahanan udara penerbangan, rudal dan kompleks artileri dari pasukan darat, rudal, torpedo dari angkatan laut konvensional, kompleks pertahanan udara, serta nuklir pasukan teknik nuklir, dan helikopter latihan militer terbesar Rusia, melibatkan struktur kantor pusat dan perintah dari lima distrik militer (Leningrad, Moskow, Kaukasus, Trans-Volga dan Volga) dan tiga armada (Utara, Baltik dan Laut Hitam) – sekitar 50.000 komando dan staf personalia. Terletak di Baltik. 47 Operasional senjata nuklir kemudian menghasilkan pembuatan Rudal balistik antara lain Rudal Balistik Jarak dekat ( Short Range Ballistic Missile, SRBM), Rudal Balistik Jarak Sedang (Intermediate Range Ballistic Missile, IRBM), dan Rudal Balistik Antarbenua (Inter Continental Ballistic Missile, ICBM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar