Strategi inggris
1. Fire Power Focus (Inggris)
Orang Inggris terkenal kolot, kaku, dan berhati-hati. Sifat mereka ini begitu kentara ketika perang sedang berkecamuk. Jendral Montgomery ketika melawan Rommel di Afrika Utara memilih untuk menahan serangan, bahkan mundur jika perlu, sekedar untuk menanti peralatan perang mereka lebih dari cukup untuk memukul mundur lawan. Ketika ia telah mempunyai lebih dari 600 pucuk meriam artileri dan sekitar 500 tank, Jendral yang terkenal menjadi singa padang pasir itu barulah melakukan pergerakan.
Montgomery memilih untuk maju setindak demi setindak dalam menghadapi Jerman. Mereka berfikir bahwa lebih baik mengorbankan logistik daripada menghamburkan sumber daya manusia. Dan memang, jika dibandingkan dengan negara lain yang terlibat aktif Perang Dunia 2, Inggris adalah negara yang paling sedikit korbannya.
Montgomery berpikir nyaris seperti para Jendral Perang Dunia I. Ia membombardir terlebih dahulu garis pertahanan Jerman sebelum serangan dilakukan, kemudin melakukan serangan secara frontal dengan menggunakan tank dan infantri yang berkedudukan saling support. Cara seperti ini memang mahal dalam biaya, namun hal itu sangat efektif untuk meminimalisir korban.
Strategi inggris
pemerintah Inggris akan memperkuat
pertahanan untuk melawan ancaman cyber melalui rencana baru Kementrian
Pertahanan yang bekerjasama dengan mitra besar.
Kementrian Pertahanan mengatakan kerjasama itu berarti lebih banyak mencari informasi rahasia mengenai ancaman cyber.
Perusahaan-perusahaan
keamanan menghadapi serangan cyber hampir setiap hari, lebih sering
dari negara-negara yang mencoba untuk mencuri informasi yang sensitif
mengenai teknologi baru dan persenjataan.
Pejabat mengatakan mereka berharap rencana itu akan dijalankan sebagai model untuk sektor yang lain.
Kemitraan
Pertahanan Pengamanan 'Cyber' yang baru ini merupakan upaya bersama
antara pemerintah Inggris dan sembilan perusahaan pertahanan besar -
yang dirancang untuk meningkatkan industri pertahanan kolektif dari
serangan di dunia maya.
Kerja sama itu mencakup membuat standar tertinggi untuk keamanan bagi perusahaan yang lebih kecil dalam rantai pasokan.
Serangan
cyber merupakan salah satu dari empat ancaman tertinggi bagi keamanan
nasional Inggris, selain terorisme internasional, menurut Strategi
Keamanan Nasional pemerintah.
Prioritas pengamanan
Awal
bulan ini, badan intelejen Inggris GCHQ mengatakan ditemukan sekitar 70
operasi pengintaian cyber selama satu bulan terhadap pemerintah atau
jaringan industri - 15 diantaranya terhadap industri pertahanan.
Direktur
GCHQ Sir Iain Lobban mengatakan rahasia bisnis telah dicuri dalam
sebuah "skala industrial" dan dalam sejumlah kasus peretas asing telah
menembus komputer perusahaan dalam waktu lebih dari dua tahun.
Pada
2010 pemerintah Inggris merancang pengamanan terhadap jaringan komputer
sebagai salah satu prioritas penting negara tersebut.
Dengan
anggaran investasi sebesar Rp9,7 trilliun untuk empat tahun ke depan
untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan Program Keamanan Cyber
Nasional.
Pada Maret lalu, pemerintah Inggris meluncurkan
Kemitraan Pertukaran Informasi Keamanan Cyber untuk membantu para
pengusaha dan pemerintah untuk berbagi informasi mengenai ancaman di
dunia maya, termasuk sebuah portal situs yang dapat menyediakan
informasi yang dapat diakses dalam waktu cepat
Keamanan Negara Perancis
Saat ini kebijakan
pertahanan Perancis terfokus pada tiga tujuan yang spesifik. Pertama,
pertahanan kepentingan-kepentingan strategis dan vital dari segala
kemungkinan ancaman, di mana kepentingan-kepentingan strategis Perancis
difokuskan pada penjagaan perdamaian di dalam Eropa, di wilayah yang
berdekatan seperti Timur Tengah dan Mediterania, serta daerah yang dapat
memberikan keuntungan bagi aktivitas ekonomi Perancis. Kedua,
pengembangan Eropa, menjamin kestabilan internasional, termasuk
menciptakan identitas pertahanan Eropa. Terakhir, implementasi kebijakan
pertahanan yang komprehensif yang tidak dibatasi oleh ruang lingkup
militer dan strategis semata, namun mencakup seluruh aktivitas nasional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar